Hitung Kubikasi Tonase Pengiriman agar Tidak Salah Armada
Cara hitung kubikasi vs tonase untuk mencegah salah pilih armada dan menghindari biaya tambahan di gudang/terminal
Di logistik, salah pilih armada itu seringnya bukan karena “tidak punya kendaraan”, tapi karena salah membaca angka. Barang terlihat sedikit, tapi ternyata “makan tempat”; atau sebaliknya—volume kecil, tapi beratnya bikin kendaraan tidak aman dan tidak efisien. Akibatnya klasik: kena biaya tambahan saat loading, harus pindah armada, kena waiting time di gudang/terminal, bahkan jadwal bongkar jadi berantakan.
![]() |
| Hitung kubikasi tonase pengiriman secara akurat untuk mencegah salah pilih armada dan biaya tambahan di gudang maupun terminal — ilustrasi oleh AI. |
Karena itu, kami ingin membahas topik yang kelihatannya sederhana, tapi efeknya langsung ke biaya operasional: cara menghitung volume dan berat yang benar. Artikel ini berangkat dari rujukan praktis tentang volume, berat, dan dimensi pengiriman serta diperkuat oleh kajian ilmiah tentang efisiensi dan pengambilan keputusan dalam proses logistik. Jika Anda sering mengirim dari kawasan industri (atau menerima barang di DC), Anda akan merasakan manfaatnya—karena di ujung paragraf pertama ini, inti yang perlu Anda kuasai adalah kemampuan hitung kubikasi tonase pengiriman.
Kenapa topik ini penting untuk pengirim barang (bukan cuma untuk ekspedisi)
Banyak pengirim barang menganggap kubikasi dan tonase itu urusan vendor transport. Padahal, angka-angka ini menentukan:
Budget biaya angkut yang masuk akal (dan bisa dipertanggungjawabkan)
Risiko biaya tambahan di lokasi (rework, pindah armada, splitting, overtime)
Kecepatan proses loading/unloading
Pilihan armada yang aman serta efisien untuk rute dan SLA
Yang bikin logistik mahal bukan tarifnya. Yang bikin mahal adalah pengiriman yang harus “dibetulkan di tengah jalan”.
Istilah yang wajib Anda pahami (tanpa teori bertele-tele)
1) Kubikasi (Volume)
Kubikasi adalah ukuran volume ruang yang ditempati barang. Biasanya dihitung dalam m³ (meter kubik).
Rumus paling umum:
Kubikasi (m³) = Panjang (m) × Lebar (m) × Tinggi (m)
Jika ukuran masih cm:
Kubikasi (m³) = (P × L × T dalam cm) ÷ 1.000.000
2) Tonase (Berat)
Tonase adalah ukuran berat barang (kg atau ton). Ini yang menentukan apakah kendaraan aman dan legal membawa muatan tersebut.
3) Berat volume (Volumetric weight)
Dalam beberapa skema tarif, terutama saat barang “besar tapi ringan”, penghitungan bisa menggunakan berat volume.
Cara hitung cepat: contoh yang paling sering terjadi
Contoh A: Barang ringan tapi makan tempat
40 karton, ukuran per karton 60 × 40 × 40 cm
Hitung kubikasi per karton:
60×40×40 = 96.000 cm³
96.000 ÷ 1.000.000 = 0,096 m³
Total kubikasi:
0,096 × 40 = 3,84 m³
Kesimpulan: secara volume bisa “habis duluan” sebelum beratnya penuh.
Contoh B: Barang kecil tapi berat
Mesin/komponen: 2 pallet, total berat 1.800 kg, volume 1,2 m³
Kesimpulan: kendaraan bisa aman dari sisi volume, tapi tonase menjadi batas utama.
Tabel panduan praktis: kapan kubikasi lebih “berbahaya” daripada tonase?
| Tipe barang | Ciri utama | Risiko kalau salah pilih armada | Indikator yang harus diprioritaskan |
|---|---|---|---|
| Barang ringan-besar | volume tinggi, berat rendah | tidak muat, butuh armada lebih besar | kubikasi, dimensi per pack |
| Barang berat-kecil | berat tinggi, volume rendah | overload, tidak aman | tonase, distribusi beban |
| Barang campuran | bervariasi | loading tidak efisien, void space | load planning + kombinasi volume/berat |
| Barang bulky rapuh | butuh ruang dan proteksi | kerusakan, rework | kubikasi + proteksi + SOP loading |
Checklist anti-boncos: sebelum Anda booking armada
Gunakan checklist ini untuk mencegah biaya tambahan di gudang/terminal.
A. Data barang (wajib presisi)
Catat dimensi per colly/karton/pallet (P×L×T)
Catat berat per colly dan total berat (gross)
Tandai barang yang tidak boleh ditumpuk (stacking restriction)
B. Hitung cepat (dua angka yang harus keluar)
Total kubikasi (m³)
Total tonase (kg/ton)
C. Cek “bottleneck” (mana yang habis duluan?)
Jika volume mepet tapi berat aman → fokus armada berkapasitas ruang
Jika berat mepet tapi volume longgar → fokus armada kuat tonase dan distribusi beban
D. Rencana operasional
Estimasi waktu loading/unloading
Rute dan titik pembatasan akses (jembatan, jalan sempit, jam operasional)
PIC gudang dan penerima aktif (untuk antisipasi antrean)
HowTo: memilih armada yang tepat berdasarkan kubikasi dan tonase
Tujuan: memastikan Anda tidak bayar dua kali karena salah armada.
Langkah-langkah:
Kunci data: total m³ dan total kg dari shipment.
Tentukan sifat muatan: bulky, fragile, heavy, atau campuran.
Cocokkan dengan kebutuhan kendaraan: kapasitas ruang vs kapasitas angkut.
Buat load plan singkat: urutan masuk barang, distribusi berat, barang prioritas bongkar.
Simulasikan risiko lokasi: apakah gudang/terminal punya keterbatasan akses/forklift?
Konfirmasi metode handling: manual, hand pallet, forklift, atau crane.
Dokumentasikan: foto barang dan packing sebelum pickup.
Hasil yang diharapkan: proses loading lebih cepat, risiko rework turun, biaya tambahan bisa ditekan.
Sinyal awal Anda salah pilih armada (agar bisa stop sebelum terlambat)
Barang sudah di staging, tapi “tiba-tiba” tidak muat saat loading
Banyak void space karena bentuk barang tidak seragam
Barang berat terkumpul di satu sisi → kendaraan terasa tidak stabil
Estimasi loading meleset jauh → tim gudang mulai lembur
Kalau dua atau lebih sinyal muncul, biasanya biaya tambahan tinggal menunggu waktu.
Kenalan singkat: PT Rayyan Karunia Sejahtera
Kami, PT Rayyan Karunia Sejahtera, adalah perusahaan jasa ekspedisi transportasi pengiriman barang dan kargo di Karawang, Jawa Barat dengan area jangkauan Jawa hingga Sumatera. Kami membantu pengirim barang menyusun pengiriman yang rapi dari sisi perhitungan, pemilihan armada, dan eksekusi di lapangan.
Untuk melihat layanan terkait sesuai kebutuhan Anda, silakan kunjungi:
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
1) Mana yang lebih penting: kubikasi atau tonase?
Keduanya. Armada bisa “habis” karena ruang atau karena batas berat. Anda wajib menghitung dua-duanya, lalu lihat bottleneck.
2) Kenapa biaya tambahan sering muncul di gudang/terminal?
Karena ketidakcocokan armada vs muatan memicu rework: pindah armada, bongkar ulang, split shipment, atau waiting time.
3) Kalau barang campuran, bagaimana supaya tetap efisien?
Gunakan load plan dan kelompokkan barang berdasarkan bentuk/ketahanan. Barang berat di bawah, barang rapuh terlindungi, dan urutan bongkar sesuai tujuan.
4) Apakah perhitungan ini berlaku untuk semua rute?
Prinsipnya berlaku umum. Namun kondisi rute dan fasilitas handling (forklift/crane) dapat mengubah pilihan armada yang paling efisien.
Penutup
Perhitungan kubikasi dan tonase bukan pekerjaan tambahan—itu “rem pengaman” agar pengiriman Anda tidak berubah jadi biaya tak terduga. Jika Anda ingin dibantu menghitung, memilih armada, atau merapikan rencana pengiriman supaya proses di gudang/terminal lebih mulus, silakan hubungi kami melalui halaman Contact Us atau klik tombol WhatsApp di bawah tulisan ini.
Dengan perencanaan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat ongkos angkut—Anda menghemat waktu, menghindari rework, dan menjaga reputasi pengiriman yang konsisten.
